Current Achievement :
Blog's Layout Version 22 "2016 Badge" ― 29 January 2016
Blog's 700th Post ― 20 August 2016
Blog's 100.000 Visitors ―
20 August 2016

It`s easy! Just click labels below :

Diary | Event | Introduction | Resensi | Download | Birthday and Anniversary
Pet Society | Walt Disney | Korea | Japan | Pirates and the Mermaid
Pulang Sekolah Family | Cerita Panjang | Anime, Game, Cartoon Lists on Blog

Or type your keyboard that you are looking for on the box below, then click SEARCH

search?

Wednesday, May 25, 2011

★ Resensi Buku Hansel dan Gretel ★


Setelah sebelumnya mencoba meresensi buku “GADIS KOREK API DAN DONGENG-DONGENG LAINNYA” maka sekarang kucoba melanjutkan resensi buku lainnya yaitu “HANSEL DAN GRETEL DAN DONGENG DONGENG LAIN”.


Hansel dan Gretel Dan Dongeng-Dongeng Lain

Oleh Grimm Brothers


Buku ini kubeli bersamaan dengan buku “Gadis Korek Api” dengan harga lebih murah tetapi masih dikisaran 30ribuan.

Lagi-lagi penerbit Atria mampu menarik perhatianku dan membuatku mampu kembali disibukkan dengan membaca cerita klasik. Semoga Atria untuk kedepannya bisa menerbitkan buku-buku Klasik lain yang tak kalah bagus!


Dalam buku ini terdapat 19 cerita klasik. Bertebal 183 halaman dan bersampul hijau bergambar “Hansel dan Gretel”, dengan latar belakang rumah permen dan manisan. Hmm .. yummy!

Cerita dalam buku ini antara lain Musisi dari Bremen, Teka-teki, Tom Ibu Jari, Briar Rose, Dua Belas Putri yang Menari, Pengantin Perampok, Ratu Lebah, Raja Janggut-Mengerikan, Peri Pembuat Sepatu, Acshenputtel, Hansel dan Gretel, Serigala dan Tujuh Kambing Kecil, Pangeran Katak, Frau Holle, Rumpelstiltskin, Tiga Pemintal, Gadis Angsa, Rapunzel , dan Snow White.

Walaupun tidak sesadis Hans Christian Andersen tetapi Grimm Brothers nampaknya cukup ahli juga membuat cerita dengan ending yang beragam.

Pertama, ada cerita Musisi dari Bremen. Sudah kubaca yang lalu kuambil kesimpulan bahwa cerita ini tak ada hubungannya dengan musik. Duh!

Briar Rose? Mungkin dalam Disney kau lebih mengenal cerita berjudul Sleeping Beauty. Ya, keduanya adalah cerita yang sama. Hanya saja dalam cerita original Grimm Brothers ini bahwa putri akan tertidur selama seratus tahun pada usia ke-lima belasnya. Uhh, kau tahu berapa banyak peri yang ada dalam cerita ini? TIGA BELAS –dua belas baik dan satu jahat. Jika kau bertanya kenapa dalam Disney hanya ada tiga peri baik (Flora, Fauna, dan Merryweather) dan satu peri jahat (Maleficent) maka jawabannya adalah Walt Disney cape menggambar tiga belas peri tentu saja cukup susah membuat tiga belas peri sebagai ikon Sleeping Beauty, dengan warna berbeda, dan dengan mengabulkan permintaan yang berbeda-beda pula. Apa kau mau dalam Sleeping Beauty akan ada dua belas peri baik menggumpal menjadi satu dengan warna pelangi dalam kastil yang heboh sendiri tak jelas urusannya? Sebaiknya jangan.

Twelve Dancing Princess. Ya, Dua Belas Putri yang Menari menjadi cerita ke-lima dalam buku ini. Ceritanya menarik, walaupun kuanggap bahwa ke-Dua Belas Putri yang ada malah mendapat peran antagonis di sini. Kutahu sebelumnya cerita ini dalam salah satu serial Barbie berjudul “Barbie in the Twelve dancing Princess”. Cerita dalam film itu cukup menarik yang ternyata memang cerita original oleh Grimm Brothers sendiri tidak mengecewakan.

Kemudian ada Cinderella. Huh? Cerita yang mana? Tentu saja cerita berjudul Acshenputtel adalah tentang Cinderella. Ah, kesadisan Grimm Brothers sangat tersirat dalam “mengorbankan” kedua saudara tiri Acshenputtel. Kaki berdarah-darah! Aku jadi ingin ada remake Cinderella bahwa dia menjadi cacat karena kakinya terkena pecahan sepatu kacanya –bahwa sepatu kacanya pecah saat dia berlari dikejar oleh pangeran dalam event jam dua belas malam. Ya salah dia sendiri mau berlari pake sepatu kaca! Mau-maunya dibegoin sama fairy godmothernya!

Pangeran Katak atau Frog Prince. Tahun lalu Disney merelease cerita serupa berjudul The Princess and the Frog yang hanya saja ceritanya agak sedikit diubah pada kutukan ciuman kataknya.

Hansel dan Gretel. Ah, siapa yang tak kenal dengan mereka? Pokoknya cerita ini identik dengan permen! BTW jadi teringat bahwa Gretel Doll susah dicari di Pet Society . Grooaarrr!

Rapunzel, Rapunzel, let down your hair!” adalah kata yang akan selalu ada dalam setiap seri Rapunzel versi apa saja. Disney juga mengadaptasi cerita ini yang juga direlease baru-baru ini. Sekali lagi bahwa remake Disney agak maksa dan terkesan mengecewakan bagi para penikmat cerita klasik. Sejak kapan Rapunzel punya rambut ajaib yang bisa bersinar saat bernyanyi dan dapat mengabulkan permohonan?

Judul terakhir dalam buku adalah Snow White, yang lalu oleh Disney ditambah judulnya menjadi “Snow White and the Seven Dwarves”. Cerita versi Disney kurang lebih sesuai dengan cerita original milik Grimm Brothers yang tentu saja kurcacinya tak bernama. Sad-ending untuk para kurcaci, yang tetap tinggal di hutan padahal si Snow White sudah diperistri seorang pangeran. Itu Snow White kejam amat kagak mau ngajak para kurcaci yang memberinya tempat tinggal selama dia terlunta-lunta di hutan! Minimal ajak mereka tinggal di istana juga keq!


Singkatnya bahwa aku lebih suka buku “Hansel dan Gretel” ini ketimbang buku “Gadis Korek Api”. Mungkin juga karena buku ini ada BONUS pembatas bukunya. Hahaha.

Banyak cerita terkenal dalam buku ini. Ah, aku paling suka dengan cerita Twelve Dancing Princess. Juga cerita klasik para princess Disney!


Sekarang menunggu penerbit Atria mengeluarkan buku Klasikyang lainnya. Masih banyak lho cerita karangan Hans Christian Andersen dan Grimm Brothers yang lainnya. Pengarang lain juga boleh! Kalo boleh kusarankan pada Atria-nya bahwa perbanyak buku cerita klasiknya deh! Pasti para penikmat sepertiku banyak yang beli!


0 comment (s):

Post a Comment